<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hypnosis321's Weblog</title>
	<atom:link href="http://hypnosis321.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hypnosis321.wordpress.com</link>
	<description>mengupas lebih dalam ilmu hypnosis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2008 06:36:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hypnosis321.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hypnosis321's Weblog</title>
		<link>http://hypnosis321.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hypnosis321.wordpress.com/osd.xml" title="Hypnosis321&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hypnosis321.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>demam hypnosis</title>
		<link>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/demam-hypnosis/</link>
		<comments>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/demam-hypnosis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hypnosis321</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hypnosis321.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pada Sabtu siang di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif muda dari berbagai profesi. Hari itu, mereka memenuhi undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO) bernama Anggrek Communications untuk mengikuti workshop hipnotis selama delapan jam. Tujuannya, tentu saja agar mereka mengerti tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hypnosis321.wordpress.com&amp;blog=4130220&amp;post=6&amp;subd=hypnosis321&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"><span style="font-size:x-small;">Pada Sabtu siang di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif muda dari berbagai profesi.</span></span></strong></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span lang="IT"><span style="font-size:x-small;">Hari itu, mereka memenuhi undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO) bernama Anggrek Communications untuk mengikuti </span></span></span><span style="font-size:x-small;"> <span style="font-family:Arial;" lang="IT"> <em> <span style="font-family:Verdana;">workshop</span></em></span></span><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><span style="font-size:x-small;"> hipnotis selama delapan jam. Tujuannya, tentu saja agar mereka mengerti tentang hipnotis serta manfaatnya.</span></span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Maka, setelah paruh               waktu ber</span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><em><span style="font-family:Verdana;">workshop</span></em></span></span><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><span style="font-size:x-small;">,               mulailah para peserta itu berpasang-pasangan untuk mempraktikan ilmu               hipnotis dari instruktur.</span></span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Lalu, seorang yang kebagian jadi hypnotist (orang yang menghipnotis) pun mulai menghipnotis temannya, “Saya akan memandu anda untuk mengerahkan kekuatan pikiran anda…Mohon anda rileks dengan memejamkan mata. Selanjutnya, saya akan memandu anda agar anda dapat lebih mudah melakukannya…anda cukup mendengarkan apa yang saya katakan….”</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Begitulah, dengan ilmu hipnotis yang baru didapat sekitar empat jam, para hypnotist dadakan itu berusaha menyugesti Suyet (orang yang dihipnotis) laiknya seorang hypnotist ulung.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Terdengar suara lembut dari seorang peserta bernama Letta yang sedang menghipnotis seorang wartawan, “Sekarang bayangkan anda sedang ada di pelukan istri. Anda merasa nyaman, rileks, karena istri anda kini juga memijat anda (Letta mulai memijat-mijat suyet sambil bibirnya meniup-niupkan udara ke wajah suyet untuk mendukung kenyamanan si suyet). Isap napas dalam-dalam, hembuskan (Letta mengeluarkan napasnya membantu suyet, suaranya mirip seorang yang sedang melakukan </span></span> </span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"> <em> <span style="font-family:Verdana;">body language</span></em></span></span><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><span style="font-size:x-small;">, ssss…).               Ya, tidur anda kini makin lelap…”</span></span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Sementara di sebelahnya, terlihat seorang produser radio juga sedang menghipnotis. “Korbannya” kali ini adalah seorang fotografer. Sekitar sepuluh pasang peserta workshop itu asyik dengan perannya masing-masing.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Melihat animo peserta yang cukup tinggi, boleh jadi ini akibat dari sebuah tayangan televisi yang memamerkan kemampuan hipnotis Romi Rafael yang tampak begitu gampang “ngerjain” orang dengan ilmu hipnotisnya menjadi sebuah tontonan yang menarik.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">“Nggak cuma itu. Dengan tahu ilmu hipnotis, kita juga bisa menangkal kejahatan yang dilakukan tukang gendam (hypnotiest tradisional) yang suka mencari korban di pasar atau di mal,” tutur Erni Koesworini, pemilik EO Anggrek Communications.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Letta, yang berprofesi sebagai penyiar radio swasta di Jakarta itu mengaku, keikutsertaannya dalam workshop itu sekedar memenuhi rasa penasarannya mengenai hipnotis. “Syukur-syukur kalau bisa menguasai ilmunya, jadi bisa dipraktikkan untuk menyugesti anak-anak agar rajin belajar,” ujar Letta yang memiliki dua anak.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Ya, semenjak Deddy Corbuzier “membumikan” sulap lewat televisi dan menjadikan sulap dan pesulapnya kian dekat dengan masyarakat, rupanya kini gantian hipnotis mendapat giliran memasyarakat.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Bahkan, instruktur               hipnotis <strong>Yan Nurindra</strong> yang siang itu memberikan workshop mengatakan, dirinya kini mengajar hipnotis di empat kota : Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Denpasar.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Itu artinya, ilmu hipnotis bukan lagi menjadi ilmu angker yang cuma dimiliki oleh mereka yang tabah berlaku batin dengan puasa, bertapa, atau melafal doa, seperti yang dilakukan oleh para hypnotiest tradisional, sebutan untuk mereka yang belajar ilmu hipnotis dengan cara-cara klasik seperti disebut di atas yang menghasilkan “orang-orang sakti” atau yang kita kenal dengan sebutan paranormal.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">“Awalnya, saya belajar hipnotis juga dengan cara seperti itu. Menyepi ke tempat-tempat keramat,” tutur Yan.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Menurut Yan, praktik paranormal sebetulnya bagian dari hipnotis. Ketika mereka bertapa, berpuasa, dan berolah batin lainnya, sebetulnya mereka sedang memupuk keyakinan untuk berkemampuan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, kemampuan untuk tak mempan senjata tajam, mampu mengobati, bahkan mempengaruhi orang lain. “Itu disebut </span></span> </span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"> <em> <span style="font-family:Verdana;">self hypnotis</span></em></span></span><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><span style="font-size:x-small;">,” jelas               Yan.</span></span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Maka, ketika seseorang sudah memiliki keyakinan dirinya berkemapuan, orang tersebut bisa mentransfer ilmunya ke orang lain melalui sugesti.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Lalu, Yan pun memberi contoh bagaimana proses lahirnya sebuah jimat yang diberikan oleh “orang pintar”. Katanya, jimat itu sebetulnya anchor yang diberikan kepada suyet (orang yang dihipnotis). Adapun anchor, adalah sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Yan memberi contoh, saat suyet sudah berada di bawah pengaruh seorang paranormal, maka paranormal itu pun mulai memberi anchor. Misalnya dengan sugesti seperti ini, “saat kamu memegang benda ini (jimat) maka kamu tidak merasa panas saat kulitmu saya bakar dengan korek.”</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Proses ini, menurut Yan, sama dengan munculnya fenomena hantu. Hantu, kata Yan, adalah entitas yang muncul dari diri seseorang yang pernah mendapat semacam anchor dari orang lain. Misalnya, sejak kecil kita sudah diberi anchor, bahwa kuburan, tempat gelap, pohon besar, rumah kosong, adalah tempat-tempat berhantu. Nah, saat kita berada di tempat-tempat tersebut, anchor itu pun mulai bekerja. Mereka yang secara fisik maupun mental sedang lemah, akan lebih mudah melihat ujud yang sekian lama mengendap di alam bawah sadarnya.<br />
</span></span><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;"><br />
Ilmu hipnotis modern dikenal manusia sejak abad 18. Tokoh utamanya adalah Franz Anton Mesmer, dan disusul oleh James Braid, Charcot, Liebault, Bemheim, Sigmund Freud, Clark Haul, dan sebagainya.</span></span></strong><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><br />
</span></span><span style="font-family:Arial;" lang="IT"> <strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></span><span style="font-family:Verdana;"><span lang="IT"><br />
</span></span></strong></span><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"><span style="font-size:x-small;">Hipnotis oleh para pakar di barat lebih diyakini sebagai seni ketimbang klenik. Hipnotis, kata para pakar itu, merupakan seni sugesti, seni komunikasi, seni merubah tingkat kesadaran, dan seni eksplorasi alam bawah sadar.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Yan mengungkap, konsep dasar hipnotis adalah belajar memahami fakta dan mitos di sekitar hipnotis, memahami fungsi dan peranan Sub-Conscious (alam bawah sadar), memahami perbedaan antara Western hipnotis dan Eastern Hipnotis, memahami ruang lingkup Hipnotis dan fungsi hipnotis dalam kehidupan sehari-hari, dapat melakukan Hypnosis sederhana dengan prosedur yang benar, dengan orientasi utama ke stage hipnotis (Entertaintment Hypnosis), serta apresiasi terhadap aplikasi khusus hipnotis yang berisi antara lain : Professional Stage Hypnosis, Clinical Hypnotherapy, Forensic Hypnosis, dan Anodyne Awareness.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Secara sederhana, dengan memiliki dasar ilmu hipnotis  seorang Hypnotist dapat membuat seseorang (Suyet) sangat relaks dan tenang. Bahkan pada orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu, seorang Hypnotist dapat membuat Suyet sangat tenang secara ekstrim, sehingga masuk ke suatu tahapan yang dikenal sebagai kondisi “Hypnotic” atau “Tertidur Hypnosis”.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Pada saat Suyet sudah dalam kondisi sangat rileks, atau dalam kondisi “Hypnos”, maka Hypnotist dapat memberikan sugesti-sugesti yang relatif lebih mudah diterima oleh Suyet dibandingkan dalam kondidi biasa.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah setiap orang dapat menjadi seorang hypnotist? Yan memberi jawaban begini, “Hipnotis adalah ilmu komunikasi yang sangat prima. Oleh karena itu persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi seorang Hypnotist yang ahli, dia harus memiliki kemampuan komunikasi verbal dan non verbal (Body Language) yang sangat baik, dan bersifat persuasif, mampu menginterptrestasikan bahasa tubuh (Body Language) dari lawan komunikasi, Memiliki kreativitas tinggi dalam berkomunikasi, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan strata lawan komunikasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Kemudian, pertanyaan berikutnya adalah, apakah setiap orang bisa dihipnotis? Rupanya, ada beberapa persyaratan untuk seseorang bisa dihipnotis. Di antaranya adalah, ia harus pada kondisi Hypnotisability: tidak menolak (Secara Sadar), dapat berkomunikasi, berkemampuan untuk fokus.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">Secara umum, wilayah               kesadaran manusia memiliki tiga kategori. </span> </span><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Terdiri dari: Kesadaran Tinggi (Super-Conscious), Kesadaran Normal (Conscious), Bawah Sadar (Sub-Conscious). Dalam kehidupan sehari-hari, mekanisme manusia biasanya terdiri: Conscious 12 % , Sub-Conscious 88 %.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Nah, keberhasilan praktik hipnotis adalah ketika suyet sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya. Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) suyet, tingkat keaktifan berpikir suyet, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan suyet terhadap seorang hypnotist.<br />
</span></span><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;"><br />
Pre-Induction (pra-induksi) merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hypnosis dan Suyet.</span></span></strong></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Agar proses Pre-Induction berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hypnotist harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari Suyet, antara lain : hal yang diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui Suyet terhadap Hypnosis, dan seterusnya.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang Hypnotist secara mental terhadap seorang Suyet.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Pre-Induction merupakan tahapan yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses hipnotis diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Langkah berikutnya adalah Induction (induksi). Merupakan kunci utama dalam proses hipnotis, karena proses inilah yang akan membawa Suyet dari kondisi “Beta” ke kondisi “Alpha” bahkan “Theta” dengan kondisi sepenuhnya di bawah kendali seorang Hypnotist.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Bagian utama dari induction adalah “kalimat kunci” dari seorang Hypnotist, ketika memerintahkan seorang Suyet untuk tidur “Hypnotic”, di mana selanjutnya Hypnotist akan mengambil alih kendali atas Sub-Conscious Suyet.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Secara utuh, proses </span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"> <em> <span style="font-family:Verdana;">induction </span></em></span> </span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">terdiri dari 3 bagian, yaitu: Relaxation, adalah proses untuk mengurangi keaktifan BrainWave Suyet (High Beta to Low Beta). Induction, adalah Proses untuk membawa Suyet ke Brainwave Alpha, untuk selanjutnya siap di-sugesti dengan “kalimat kunci”. Deepining adalah proses untuk membawa Suyet ke “Trance Level” yang lebih dalam (Theta).</span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Selanjutnya, sampailah kita pada proses Dept Level Test. Seringkali diistilahkan dengan “Trance Level Test” atau pengujian tingkat kedalaman “Hypnotic” seorang Suyet.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Bagi seorang Stage hypnotist, perlu memperoleh seorang Suyet dengan   tingkat kedalaman “Trance” tertentu. Minimal : Medium Trance. Bagi seorang Hypnotherapist, tingkat kedalaman “Trance” akan   berkaitan dengan efektivitas pengaruh Sugesti Therapi yang akan   diberikan kepada Suyet.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Depth Level Test dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana   yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (Conscious). Jika tingkat kedalaman “Trance” yang dimaksud belum dicapai, maka   Hypnotist harus melakukan “induction” kembali. Seringkali diikuti   dengan segesti yang bersifat “provokatif”. Tidak setiap orang dapat mencapai tingkat “Trance” yang dalam. Hal   ini tidak menjadi masalah dalam Hypnotherapy.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Kemudian kita menginjak pada langkah Suggestion atau Sugesti. Merupakan tahapan inti dari maksud dan tujuan proses hipnotis. Pada tahapan ini seorang Hypnotist mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke Sub-Conscious Suyet.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Setelah itu, kita menuju tahapan Post Hypnotic Suggestion. Yakni,  suatu Sugesti yang tetap “bekerja” walaupun seorang telah berada dalam kondisi pasca-hipnotis (normal). Post Hypnotic Suggestion merupakan hal penting yang mendasari proses Clinical Hypnotherapy.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Apabila hypnotist ingin mengendalikan Suyet, ia bisa menggunakan simbol bunyi atau tindakan. Inilah yang disebut Anchor. Yakni sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu disebut juga dengan “Anchor”. Inilah yang sering dipraktikan Romy Rafael di televisi atau dikenal dengan istilah anchoring, yang merupakan proses “Programming” seorang Hypnotist terhadap Suyet. Misalnya, mulai saat ini, jika kamu melihat Warung Tegal, maka kamu tidak dapat menahan keinginan kamu untuk mentraktir saya!</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Tahap paling akhir adalah Termination, yakni suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnotis. Konsep Termination adalah agar seorang Suyet tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari “tidur hipnotis”.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;"> <span style="font-size:x-small;">Standar dari proses Termination adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang Suyet lebih segar dan relaks, kemudian diikuti dengan regresi beberapa detik untuk membawa Suyet ke kondisi normal kembali.<br />
</span> </span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span lang="IT"><br />
</span></span><span style="font-family:Arial;" lang="IT"> <strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Di ruang yang tak seberapa lebar itu, proses saling menghipnotis pun usai pada sore hari. Pasangan-pasangan yang sudah mempraktikan pelajaran hipnotis pun saling berdialog.</span></span></strong></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="IT"> <span style="font-size:x-small;">“Bagaimana rasanya?”               tanya Letta kepada Suyet.<br />
“Apanya yang bagaimana?” Suyet ganti bertanya.<br />
“Terhipnotis nggak sama saya?”<br />
Suyet tersenyum.<br />
“Kok senyum?” Letta mulai penasaran.<br />
Suyet senyum lagi. Letta tambah penasaran. Ia pun mulai merajuk, kepingin tahu betul, apakah ilmu hipnotisnya sudah bisa diandalkan atau belum.<br />
“Gimana? Jangan senyum-senyum gitu dong,” ujar Letta tambah               penasaran.<br />
“Jawaban jujur atau terus terang?” </span> </span><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Suyet menjawab.<br />
“Ya yang jujur dong.”<br />
“Saya malah terangsang.”<br />
“Hah?!”<br />
“Habis situ menghipnotisnya pakai pijat-pijat segala sih.”</span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">sumber :</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><strong>Jodhi                                       Yudono harian kompas. http://hipnotis.net<br />
</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hypnosis321.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hypnosis321.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hypnosis321.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hypnosis321.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hypnosis321.wordpress.com&amp;blog=4130220&amp;post=6&amp;subd=hypnosis321&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/demam-hypnosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c150036c0a6c4462eeb509a852a5d078?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hypnosis321</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hypnosis bermula dan berasal</title>
		<link>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/hypnosis-bermula-dan-berasal/</link>
		<comments>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/hypnosis-bermula-dan-berasal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hypnosis321</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hypnosis321.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Hypnosis Berdasarkan piktograf yang ada, penggunaan hypnosis sudah ada sejak lama sebelum sejarah itu sendiri dicatat.Di Eber Papyrus yang telah berusia kurang lebih 3000 tahun mengkisahkan seorang peramal Yunani yang menggunakan teknik hypnosis dalam pekerjaannya. Dalam lembar papyrus Yunani diceritakan adanya suatu kuil pengobatan dimana seorang pendeta melalukan pengobatan dengan mengucapkan suatu kata-kata kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hypnosis321.wordpress.com&amp;blog=4130220&amp;post=4&amp;subd=hypnosis321&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong><a title="Sejarah Hypnosis" rel="bookmark" href="http://portalhypnosis.com/2008/01/15/sejarah-hypnosis/">Sejarah Hypnosis</a></strong></h2>
<p><strong>Berdasarkan piktograf yang ada, penggunaan hypnosis sudah ada sejak lama sebelum sejarah itu sendiri dicatat.Di Eber Papyrus yang telah berusia kurang lebih 3000 tahun mengkisahkan seorang peramal Yunani yang menggunakan teknik hypnosis dalam pekerjaannya. Dalam lembar papyrus Yunani diceritakan adanya suatu kuil pengobatan dimana seorang pendeta melalukan pengobatan dengan mengucapkan suatu kata-kata kepada pasien yang telah dibuat tidur dengan induksi. Di dinding kuil di India digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trans dengan melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan ritmis dalam acar ritual penyembuhan..</strong></p>
<p><strong>Pada sekitar tahun 1500 an <strong>Paracelcus</strong> memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya.Pada tahun 1772, seorang dokter bernama <strong>Franz Anton Mesmer</strong> (1734-1815) yang juga murid dari seorang pendeta Kristen bernama Maxmillian Hell, melihat gurunya memberikan pengobatan dengan magnet. Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.Cairan yang tidak mengalir dengan lancar, mungkin karena tersumbat, menyebabkan manusia menjadi tidak sehat baik mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.</strong></p>
<p><strong>Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu.. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang tali yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan suatu drama yang amat treatrikal dibantu dengan permainan kepulan asap dan cermin. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi hanyut dan larut dalam imajinasi drama teatrikal tersebut bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi trans dimana tubuhnya bergoncang hebat. Kadang-kadang ada juga yang terhalusinasi oleh drama itu sehingga melihat seolah-olah tangan Mesmer mengeluarkan asap saat Mesmer menggerak-gerakkan tangannya di udara dan mengarahkannya ke bak. Pasien yang trans tadi kemudian disentuh oleh Mesmer dan kemudian dinyatakan telah sembuh. Mesmer menyatakan bahwa dia memiliki kekuatan khusus, suatu kesaktian. Dengan kekuatannya atau kesaktiannya, dia dapat menyalurkan dan mengalirkan magnet ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari dunia medis ortodoks.</strong></p>
<p><strong>Ia dipanggil oleh komisi Akademi Kedokteran Perancis yang dikepalai oleh Benjamin Franklin, dimana anggotanya termasuk Dr. Joseph Guillotine dan Antonie Lavoisier, si ahli kimia, atas permintaan King Louis XVI, untuk diselidiki keilmiahan dari metoda Animal Magnetism tersebut.Dari pertemuan itu diisimpulkan oleh lembaga tersebut bahwa MESMER TIDAK MENGELUARKAN KEKUATAN APAPUN. Mesmer tidak mengeluarkan apapun dari tangannya. Tanpa magnetisme seperti yang biasa dilakukan Mesmer, pasien dapat juga menjadi trans dan sembuh. Malahan ada juga, seperti yang dilihat oleh Benjamin Franklin, ada seorang pasien yang menyentuh suatu benda, yang katanya telah dialiri energi magnet Mesmer, tidak sembuh sama sekali.Tanpa permainan drama treatrikal seperti yang dilakukan Mesmer, magnetisme tidak terjadi. Sehingga disimpulkan pula bahwa cairan magnetis tidak ada!Animal magnetisme tidak ada! Mesmer tidak menggunakan kesaktian apapun dalam menyembuhkan pasiennya. Pasien sembuh karena terimajinasi sehingga larut dalam suatu drama treatrikal….!!!.Sejak saat itu Mesmer terkucilkan dan pindah ke luar kota dan akhirnya meninggal dengan tenang di Swiss.Tetapi pengikut Mesmer pada saat itu sudah terlanjur banyak. Beberapa orang di antaranya adalah pendeta Katolik bernama Fr. Joseph Gassner, yang melakukan mesmerisme melalui kegiatan ritual.</strong></p>
<p><strong>Kemudian <strong>Marquis de Puysegur</strong> (1781-1825) yang menggunakan mesmerisme dalam mengobati pasien. Dia yang pertamakali mengenalkan hypnotic state seperti yang diketahui saat ini. Dalam pengobatannya, dia menemukan istilah somnambulisme atau sleepwalker dimana saat ini menjelaskan keadaan hypnosis yang sangat dalam.<strong>Dr John Elliotson</strong> (1791-1868) dan <strong>Dr. James Esdaile </strong>(1808-1859) menggunakan mesmerisme sebagai alat anesthesia. Lebih dari seratus orang yang telah dia obati dengan cara hypnosis mesmer. Tetapi metoda dengan hypnosis ini menjadi tidak popular setelah diketemukan chloroform selain mendapat pertentangan dari gereja ortodoks bahwa menurut mereka Tuhan sudah melengkapi manusia dengan rasa sakit sehingga rasa sakit tidak boleh dihilangkan.Sekitar tahun 1842 seorang dokter ahli syaraf keturunan Skotlandia bernama <strong>James Braid </strong>(1795 – 1860), memperkenalkan istilah Hypnosis yang diambil dari nama salah satu Dewa Yunani, Hypnos – Dewa tidur. Istilah ini diambil dari ilmu neurypnology yang berarti “nervous sleep”. Hal ini dilakukan agar keilmuan hypnosis lebih diterima masyarakat. Dia yang pertamakali menyatakan bahwa hypnosis adalah suatu fenomena psikis dan bukan <span style="font-family:Arial;">fenomena fisik seperti yang telah ada sebelum itu. Dia mempopulerkan ‘monoideaism’, yaitu orang akan trans atau terhipnotis jika memandang ke satu titik dengan terus-menerus.</span><span style="font-family:Arial;"> </span>Hasil pengembangan Braid ini menarik perhatian <strong>Prof Jean Martin Charcot </strong>(1825-1893), seorang neurologist (sebutan zaman dulu untuk seorang psycholog), termasuk <strong>Piere Janet, Sigmund Freud </strong>dan<strong> Alfred Binet</strong>. Charcot menyatakan bahwa hypnosis dapat dihasilkan secara mekanis tanpa sugesti (suata anggapan yang sangat salah) tetapi dia mendapatkan mengenai klasifikasi fenomena hypnosis. Freud menyatakan bahwa hypnosis hanya dicapai jika pasien mencapai trans yang sangat dalam. Mereka <strong>Piere Janet</strong> dan <strong>Freud</strong>, gagal menghipnosis orang normal karena tidak berhasil membangun hubungan yang baik dengan klien pada saat interview. Akhirnya mereka mengatakan bahwa hypnosis hanya untuk orang yang sakit mental dan berbahaya. Kegagalan-kegagalan Freud dalam menentukan suatu subyek hypnosis yang baik, membuat dirinya dan yang lainnya meninggalkan hypnosis. Seperti kita ketahui saat ini, bahwa hypnotherapy sangat tergantung pada keinginan dan sugestifitas klien. Hal ini tidak diketahui Freud. Akhirnya Freud mengembangkan psikoanalisis dengan menganalisa perilaku manusia.</strong></p>
<p><strong>Di sisi lain ada dua orang professor, <strong>Dr. Ambroise Auguste Liebeault </strong>(1823-1904) dan <strong>Bernheim</strong>, mengembangkan seni hypnosis ini. Mereka mengatakan bahwa subyek dapat tidur dengan mudah dengan hanya diberikan sugesti saja. Beliau melakukan terapi dengan hypnosis. Pendekatannya terhadap hypnosis sesuai dengan keilmuan psikologi dan berkontribusi besar dalam psikiatri. <strong>Liebault</strong> sering disebut sebagai “<strong>Bapak Hypnosis</strong>”.Pada tahun 1940 an <strong>Jung </strong>dan<strong> Clark Hull</strong> juga telah mengembangkan hypnosis. Mereka masih berpendapat bahwa proses hypnosis harus dilakukan secara otoriter (perintah) agar klien mengikuti apa yang dikehendaki oleh therapist.Jung tidak mau melanjutkan hal ini karena dia tidak ingin memaksakan kehendak dirinya kepada klien.Pada tahun-tahun ini, hypnosis tidak berkembang dengan baik. Hal ini terjadi karena setiap orang-orang terkenal di atas berangapan bahwa dalam proses hypnosis, yang hebat adalah hypnotistnya atau orang yang melakukan hypnosis dan bukan kliennya yang dihypnosis. Dengan kekuatannya, mereka menggunakan pola otoriter kepada kliennya. Mereka menganggap dirinya mempunyai kekuatan hebat atau kesaktian sehingga dengan ucapan verbalnya saja seorang pasien dapat sembuh.Pada pertengahan tahun 1940, ada seorang psikiatrist yang sangat jenius bernama adalah <strong>Milton Erickson</strong> (1901-1980) yang merupakan salah satu murid Hull. Bertentangan dengan pendahulunya, dia malah menyatakan bahwa dalam suatu proses hypnosis, yang hebat adalah subyek hypnosis atau kliennya. Karena klien dapat memahami dan mengikuti apa yang dikatakan oleh sang terapis. Dia juga menyatakan bahwa hypnosis adalah proses yang wajar dan tidak akan berproses bilamana bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan keinginan klien. Semua pengendalian proses hypnosis berada di klien. Untuk itu dia mengubah pola-pola hypnosis yang selama ini menggunakan otoriter menjadi permisif sehingga klien mau mengikuti apa yang dikatakan oleh terapisnya. Dia juga yang mengembangkan pola-pola script hypnosis dari bentuk langsung (direct) menjadi tidak langsung (indirect).Dia juga mengembangkan teknik-teknik sugesti serta pendekatan ideodinamik (pola interaktif) dalam proses terapi. Selama enam puluh tahun, M. Erickson rata-rata menghypnosis 14 orang per harinya! Dengan berbagai macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentasi orang yang dapat dihipnosis dalam suatu komunitas menjadi naik. Orangnya sangat kocak, bahkan dengan non verbal pun dia dapat menghypnosis orang lain cukup hanya dengan bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau bersalaman dengannya karena takut dihypnosis.Atas jasanya, maka hypnosis dapat diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai alat terapi sejak tahun 1958.Milton H. Erickson sering disebut sebagai Master of Communication padahal dia seorang yang disleksia waktu masa remajanya, buta warna, dan polio sehingga dia lumpuh. Dengan hanya berkomunikasi verbal atau non verbal yang benar, orang dapat terhypnosis. Hal inilah yang kemudian dipelajari oleh Richard Bandler dan John Grinder dalam mengembangkan NLP (Neuro Language Programing) yang saat ini sangat poluper.Orang-orang lain yang telah mengembangkan hypnosis setelah masa Erickson adalah seperti <strong>Dave Elman</strong> (1900 – 1967) yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi.  <strong>Ormond Mc Gill</strong> yang spesialisasinya sebagai seorang Stage Hypnotist dan dijuluki sebagai <strong>The Dean of American Hypnotist</strong>.Orang lainnya adalah <strong>Gil Boyne, Charles Tebbets</strong> (yang disebut sebagai <strong>Grandfather of Modern Hypnosis</strong>), <strong>John Kappas</strong>, dll.Saat ini hypnosis telah berkembang pesat, setiap orang mempunyai gaya tersendiri dalam mengaplikasikannya.</strong></p>
<p><strong>Hypnosis juga menjadi salah satu yang mendasari ilmu NLP (Neuro Lanquage Programming) yang dikembangkan oleh <strong>John Grinder</strong> dan <strong>Richard Blander</strong>, dimana mereka juga belajar metoda/ patern dari teknik hypnosis dari Milton H. Erickson. Saat ini NLP sangat populer khususnya dipergunakan dalam pengembangan diri, motivasi dan pemberdayaan diri manusia. Di kalangan motivator, mereka banyak menerapkan NLP dalam aplikasinya, seperti <strong>Anthony Robbins</strong>, seorang konsultan pengembangan diri dimana salah satu kliennya adalah ex Presiden USA-Bill Clinton, sebelum dia menjadi presiden.</strong></p>
<p>data tulisan:http://portalhypnosis.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hypnosis321.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hypnosis321.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hypnosis321.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hypnosis321.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hypnosis321.wordpress.com&amp;blog=4130220&amp;post=4&amp;subd=hypnosis321&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hypnosis321.wordpress.com/2008/07/03/hypnosis-bermula-dan-berasal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c150036c0a6c4462eeb509a852a5d078?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hypnosis321</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
